Tampilkan postingan dengan label sepeda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sepeda. Tampilkan semua postingan
Rabu, 05 September 2018
Selasa, 25 Oktober 2016
Tips Gowes Saat Hujan Di Jalan Aspal
Gowes sambil hujan-hujanan? Sapa takut! Assyiik lho! Berikut tips-tips gowes atau bersepeda sambil hujan-hujanan.
- Siapkan mental dan fisik (mental dulu ya, baru fisik). Hujan tidak dapat diprediksi, tapi bisa diantisipasi dan disikapi. Apapun bisa terjadi pada saat gowes dikala hujan. Dan kejadiannya bisa lebih ekstrim dari pada bersepeda dalam keadaan kering dan tidak turun hujan.
- Siapkan dry bag debagai wadah barang-barang jika hujan turun. Kalau saya sih cukup kantong plastik bekas yang tidak bocor dan bisa diikat / ditutup dengan rapat.
- Siapkan sepeda, ban sepeda
- Minyaki rantai, pedal, as pedal, as roda, derailleur, dan bagian-bagian lain pada sepeda yang apa bila terkena air, air sulit menempel.
- Pakai jas hujan yang pas di badan. Jangan menggunakan ponco karena ponco dapat masuk ke roda atau tersangkut sesuatu / kendaraan lain saat gowes.
- Biasakan memakai sepatu saat gowes. Memakai sandal membuat gerak mengayuh pedal lebih sulit, sering terpeleset, licin karena basah, sehingga tenaga dapat terbuang percuma dan risiko celaka lebih besar. Pilih sepatu yang tidak licin bagian dalam dan solnya saat basah. Pilih juga sepatu dengan bahan yang tidak menyerap air.
- Gunakan lampu depan, belakang dengan batere penuh / baru biar terang. Meski hujan turun di siang bolong, tetap saja pandangan kita dan pandangan pengemudi lain terhalang oleh redupnya cahaya dan tirai air hujan. Dengan lampu yang menyala terang, pengemudi kendaraan lain dapat melihat kita dengan cepat (visibilitas tinggi).
- Gunakan helm atau topi dengan penghalang sinar matahari (visor) yang panjang. Penghalang sinar matahari atau visor ini, dapat menahan tetes air hujan langsung mengenai mata. Visor dengan panjang 10 cm sudah cukup untuk menahan tetes air hujan (tidak kena mata) dengan kecepatan gowes 8 - 12 kpj
- Pasang fender / spatbor / spakbor / slebor sepeda. Fender / spatbor depan dapat mengurangi cipratan air, pasir, lumpur ke wajah dan mata. Fender / spatbor belakang dapat mengurangi cipratan air, pasir, lumpur ke sadel, pantat, punggung, dan bagian belakang kaki. Celana dan kaos yang kena cipratan susah dibersihkan lho.
- Masukkan barang-barang ke dalam dry bag atau kantong plastik, tutup dengan rapat. Jangan percaya terhadap rain cover yang disertakan dengan tas. Rain cover tas hanya untuk hujan rintik-rintik saja.
- Hindari genangan air. Karena mungkin ada lubang yang tertutup air sehingga tidak terlihat. Jika terpaksa melewati genangan air, pelan-pelan, hati-hati, dan penuh kewaspadaan.
- Waspadai daya pengereman. Daya kerja karet atau kanvas rem menurun pada saat hujan karena licin, sehingga keefektifannya menurun, membuat jarak pengereman sampai sepeda berhenti makin jauh. Goweslah dengan santai, mengerem dengan santai. Awas, pengereman dalam kondisi basah membuat karet / kanvas rem lebih cepat aus daripada kondisi kering. Jadi pastikan karet / kanvas masih cukup tebal dan penyetelannya pas untuk kondisi basah.
- Jaga suhu tubuh agar tetap hangat, agar tidak mengalami hipotermia atau overheat.
- Jika anda tidak yakin dengan kondisi tubuh, sepeda, maupun cuaca, berteduhlah dan beristirahat sampai hujan berhenti. Bagaimanapun juga, safety first.
Jumat, 29 April 2016
Jenis Sepeda Gunung (MTB) Berdasarkan Frame atau Rangka
Jenis sepeda gunung sebenarnya cukup banyak, namun kali ini akan memuat jenis sepeda gunung berdasarkan frame atau rangka sepeda. Umumnya jenis frame sepeda gunung ada 4 yaitu : rigid, soft tail, hard tail, dan full suspension. Berikut foto jenis-jenis sepeda gunung atau MTB berdasarkan frame atau rangkanya. Selain itu dapat juga mengunduh foto-foto tersebut dalam format pdf di akhir artikel.
Sepeda gunung rigid memiliki rangka sama seperti sepeda pada umumnya, tidak memiliki suspensi atau shockbreaker / shockabsorber.
Sepeda gunung hard tail hanya memiliki suspensi / shockbreaker pada garpu (fork) depan saja.
Sepeda gunung soft tail hanya memiliki suspensi / shockbreaker pada garpu (fork) depan dan suspensi pada bagian belakang. Namun suspensi belakang hanya berupa frame yang lentur atau fleksibel dan tidak memiliki sendi (pivot) pada frame. Dan gerak suspensi belakang pendek sekitar 1-4 inci.
Sepeda gunung full suspension memiliki suspensi di fork depan dan bagian belakang frame. Suspensi belakang menggunakan per atau udara seperti suspensi depan. Gerak suspensi belakang bisa sampai 8 inci
Salam gowes!
Sepeda gunung rigid memiliki rangka sama seperti sepeda pada umumnya, tidak memiliki suspensi atau shockbreaker / shockabsorber.
Sepeda gunung hard tail hanya memiliki suspensi / shockbreaker pada garpu (fork) depan saja.
Sepeda gunung soft tail hanya memiliki suspensi / shockbreaker pada garpu (fork) depan dan suspensi pada bagian belakang. Namun suspensi belakang hanya berupa frame yang lentur atau fleksibel dan tidak memiliki sendi (pivot) pada frame. Dan gerak suspensi belakang pendek sekitar 1-4 inci.
Sepeda gunung full suspension memiliki suspensi di fork depan dan bagian belakang frame. Suspensi belakang menggunakan per atau udara seperti suspensi depan. Gerak suspensi belakang bisa sampai 8 inci
[ Unduh : GowesEwes - Jenis Sepeda Gunung MTB.pdf ]
Salam gowes!
Kamis, 14 April 2016
Sepedaku
Sepedaku merupakan salah satu anugerah yang terindah untukku *halah!* Betapa tidak, dapat uang keringat hasil banting tulang tujuh hari tujuh malam lalu dapat lampu hijau dari mantan pacar *uhuyy! dengan proses mudah dan ringan akhirnya sampailah sepeda itu kepangkuanku di akhir tahun 2015. Akhirnya aku punya sepeda gunung beneran *emang ada yang bo'ongan???* dengan frame alumunium, rem cakram dan ada suspensi depan serta harga terjangkau.
Sebenarnya ada sepercik keraguan, sekiranya sepeda itu tidak kuat menaham bobot badan yang nyaris menyentuh satu kwintal ini. Tapi dengan memberanikan diri, mencobanya, ternyata keraguan itu tidak beralasan. Sepedaku santai-santai saja membawaku kemana pun pergi!
Sebelum membelinya, ada proses nanya-nanya dulu sama mbah Gugel berminggu-minggu. Meski waktu nanya-nanya mbah Gugel niatan untuk beli sepeda nyaris tidak ada. Tapi di dalam hati ini ingin punya sepeda gunung, tahan banting, enteng, murah, pakai rem cakram! Nominator tadinya Wim Cycle (nama Polygon dan United tersisihkan karena harganya yang susah dijangkau) tapi karena di toko nggak ada Wim Cycle ya seadanya saja. Untung waktu nanya-nanya mbah Gugel, nama Element disebut-sebut. Ya sudah terpilihlah dia, menjungkalkan nama lain seperti Pacific, Police, Genio, dll.
Dalam beberapa kali gowes, sepedaku secara keseluruhan terbilang cukup handal. Hanya ada satu kekurangan yaitu karet pegangan tangan di stang sepeda pas lebih kecil dari pada lebar telapak tangan, keras, sehingga kurang nyaman, bikin telapak tangan cepat semutan. Yang akhirnya diakali ditambahi busa sehingga agak empuk.
Itu saja tentang sepedaku :)
Sebenarnya ada sepercik keraguan, sekiranya sepeda itu tidak kuat menaham bobot badan yang nyaris menyentuh satu kwintal ini. Tapi dengan memberanikan diri, mencobanya, ternyata keraguan itu tidak beralasan. Sepedaku santai-santai saja membawaku kemana pun pergi!
Sebelum membelinya, ada proses nanya-nanya dulu sama mbah Gugel berminggu-minggu. Meski waktu nanya-nanya mbah Gugel niatan untuk beli sepeda nyaris tidak ada. Tapi di dalam hati ini ingin punya sepeda gunung, tahan banting, enteng, murah, pakai rem cakram! Nominator tadinya Wim Cycle (nama Polygon dan United tersisihkan karena harganya yang susah dijangkau) tapi karena di toko nggak ada Wim Cycle ya seadanya saja. Untung waktu nanya-nanya mbah Gugel, nama Element disebut-sebut. Ya sudah terpilihlah dia, menjungkalkan nama lain seperti Pacific, Police, Genio, dll.
Dalam beberapa kali gowes, sepedaku secara keseluruhan terbilang cukup handal. Hanya ada satu kekurangan yaitu karet pegangan tangan di stang sepeda pas lebih kecil dari pada lebar telapak tangan, keras, sehingga kurang nyaman, bikin telapak tangan cepat semutan. Yang akhirnya diakali ditambahi busa sehingga agak empuk.
Itu saja tentang sepedaku :)
Langganan:
Komentar (Atom)
